Showing posts with label learning. Show all posts
Showing posts with label learning. Show all posts

Thursday, January 23, 2014

Be Kind! It Will Make You Happy.

I wanna be a kind person, a person who do good things without expect anything in return. Since I read a book titled The Happiness Project (I will post about this book soon - promise!) I increasingly believe that by being a kind person, I will be happier person. And what I did last night just prove this thought.

It was around 9:30 PM when i walked from office to the bus stasiun. It was raining and fortunately i didn't forget to bring my umbrella (which I usually forget to bring). And there was a girl, walked beside me with no umbrella. She used her scarf to cover her head, and to my own surprise - I impulsively offered her to walk under my umbrella ... ellla... ellla... e....e....e... (nope, I didn't sing umbrella song when I asked her).

She was surprised and relieved at the same time. And by seeing her expression, I felt instantly happy. I don't know how it works, I just do good things impulsively without expect anything in return, and it makes me happy. So, I think from now on, the title of this post will be one of my life motto.

BE KIND, IT WILL MAKE YOU HAPPY!




Thursday, January 16, 2014

Ayo Belajar Bahasa Inggris Lagi!



Bagi sebagian orang, mungkin pelajaran bahasa Inggris berhenti di kelas 3 SMA. Apalagi kalau kuliahnya bukan jurusan sastra inggris, seperti saya.

Setelah lulus SMA saya sempet absen belajar bahasa inggris selama beberapa tahun. Ya udah bahasa inggrisnya sekedarnya aja, yang penting bisa nyanyiin lagu-lagu barat favorit, bisa nonton film hollywood sama kalau ada bule nanya alamat bisa jawab pake bahasa Englan (Englis-Tarzan), saya sudah cukup puas.

Tapi semuanya berubah saat negara api menyerang  saya mulai masuk ke dunia kerja. Saya (Alhamdulillah ya Allah) bisa langsung keterima di sebuah ahensi multinasional. Namanya juga multi, di sini bahasa inggrisnya kepake banget, temen kerja - client - director yang dipake seringkali bukan orang Indonesia.

Awal-awal kerja kalau di ruang meeting suka bengong. Ini pada ngomong apaan sih? Kok ga kaya di film-film ya, ngomongnya pada cepet-cepet dan ga jelas gitu.

Tiap malem saya sampai bersihin kuping pake cotton-bud biar ga budeg gitu maksudnya. Sampai akhirnya nyadar bahwasanya yang salah sebenernya bukan si kotoran telinga.

Setelah sadar bahwa saya harus mulai mengasah dan mempertajam lagi kemampuan berbahasa inggris, saya jadi (lumayan) rajin belajar bahasa inggris. Mulai dari sering dengerin lagu top 40, nonton serial tanpa subtitle, sampe beli novel-novel berbahasa inggris. Alhamdulillah makin lama makin kerasa manfaatnya (kaya testimoni pengobatan alternatif aja nih).

Teruuus, kemaren pas lagi browsing tentang idioms, tiba-tiba masuk ke sebuah web yang menurut saya helpful banget buat yang mau belajar bahasa inggris tapi males keluar duit buat bayar les macem saya ni lah. Setiap hari ada satu pelajaran yang berbeda, lengkap dengan mini quiz, mengingatkan saya pada LKS jaman sekolah dulu ;)

Karena menarik dan termakan iming-iming "easy english"- nya saya pun segera bikin account di web itu dan mulai ikutan belajar. Ini dia pelajaran hari kedua saya:

Bagian explanationnya, gampang dimengerti





Bagian quiz-nya, tinggal click jawabannya aja


Setelah 'check answer". Yeay bener smuaaah :D





Pretty easy huh? Oiya, pelajaran yang pernah kita kerjain juga bisa di mark as complete task. Pelajarannya juga cukup komplit, mulai dari vocab, grammar, reading sampai listening. Kalau tertarik ikutan juga, langsung aja buka www.ecenglish.com/learnenglish.

Selamat belajar :)

Tuesday, May 22, 2012

Jerapah yang Ingin Menggapai Bintang

Gambar: Getty Images

Dahulu kala, di sebuah hutan di negeri ajaib, hidup seekor kerapah kecil bernama Jeremy. Saat itu jerapah masih memiliki kaki dan leher yang tidak terlalu panjang, mereka berukuran seperti zebra, hanya saja dengan mitif kulit yang berbeda.

Jeremy adalah anak jerapah yang sangat menyukai bintang-bintang. Di saat hewan lain bahagia menyambut malam karena waktu tidur sudah dekat, Jeremy justru bahagia karena dia dapat segera melihat sungai bintang di langit. Jeremy sering membayangkan dia dapat menggapai bintang dan bermain di sungai bintang yang berkelap kelip indah di matanya.

Keinginan Jeremy begitu kuat hingga berhasil mencetuskan sebuah ide. Jeremy meyakinkan dirinya untuk rajin berlatih agar dia bisa menjadi makhluk yang tinggi dan dapat menggapai bintang-bintang. Dia pun berusaha keras dengan latihan melompat-lompat setiap hari agar kakinya memanjang. Dia juga sering mencantolkan dagunya ke dahan pohon lalu menggantungkan badannya agar lehernya memanjang. Semuanya dilakukan dengan tekat yang kuat untuk mewujudkan mimpinya.

Jeremy sama sekali tak mengenal lelah dalam berusaha mengubah tinggi badannya agar bisa menggapai bintang. Kini leher Jeremy sangat panjang dan kakinya bergitu jenjang. Jeremy pun menjadi makhluk hutan yang paling tinggi menjulang. Namun seiring bertambahnya usia, Jeremy akhirnya mengerti bahwa kenyataannya bintang berjarak sangat jauh dari tempat dia berada.

Setelah mengetahui bahwa mimpinya tak mungkin tercapai, Jeremy bersedih hati. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena dia merasakan usahanya untuk menggapai bintang tidak lantas menjadi sia-sia. Dengan menjadi makhluk paling tinggi di hutan, dia bisa mendapatkan pucuk-pucuk daun di puncak pohon yang tinggi yang merupakan bagian terlezat. Dia juga tak perlu kelaparan menunggu buah apel favoritnya jatuh dari pohon, karena dengan leher yang panjang, dia bisa memilih apel yang merah ranuh dan segar untuk langsung dipetik dari pohonnya.

Jeremy merasa menjadi makhluk yang paling beruntung di hutan dan dia tidak pernah menyesali usahanya yang gagal, karena usahanya selama ini pada akhirnya telah membawanya kepada keuntungan lain yang ternyata sangat menyenangkan baginya.

---inspired by a quote from Leo Burnett:
"When you reach for the stars, you may not quite get one, but you won't come up with a handful of mud either."


***
Dongeng ini adalah karya asli Damar Wijayanti yang bisa digunakan atau disebarkan dengan mencantumkan nama penulis dan link blog ini. Terimakasih karena telah menghargai karya dan hak cipta penulis.

Monday, May 21, 2012

Migo si Pemalas

Gambar: Getty Images

Ini adalah cerita tentang seekor semut pemalas yang berhutang budi kepada koloninya. Koloni semut itu tinggal di rongga-rongga akar sebuah pohon cherry di pinggir sungai kecil yang tenang. Setiap hari semut-semut itu memanjat pohon cherry yang sangat tinggi bagi mereka, bersama-sama mereka memetik buah cherry yang sudah masak dan terasa manis untuk dibawa ke rumah mereka dan dimakan bersama-sama.

Namun di antara koloni semut itu, terdapat seekor semut pemalas bernama Migo. Bukannya ikut bekerja sama mencari makanan, dia malah duduk bersantai di atas sehelai daun cherry sambil menikmati semilir angin. Beberapa semut yang lewat sering menasihatinya, namun dia tak peduli. Dia tetap bersantai dan mengabaikan teman-temannya yang bekerja keras. Bahkan seringkali Migo ketiduran saat tengah bersantai, seperti halnya hari ini.

Tanpa disadari Migo, hari ini angin bertiup lebih kencang dari biasanya. Angin yang cukup kencang ini membuat daun yang diduduki Migo terlepas dari dahannya dan terbang jatuh ke atas sungai yang tenang. Saat terbangun, Migo kaget karena dia mengapung di tengah-tengah sungai dan sangat sulit baginya untuk menggapai tepian.

Dengan ketakutan Migo berteriak-teriak minta tolong namun tak ada semut lain yang mendengarnya. Dia terus berteriak dan hampir putus asa saat seekor semut yang hendak minum dari tepian sungai mendengar suaranya dan melihat Migo terjebak di atas sehelai daun yang mengapung di tengah sungai. Migo memohon pertolongannya, namun semut itu justru pergi dari tepi sungai. Migo menjadi sedih dan sadar akan perasaan semut lain yang selama ini ia perlakukan seperti itu. Saat semut-semut lain meminta bantuannya untuk bersama-sama mengangkat buah cherry yang cukup besar, dia justru pergi meninggalkan mereka dan sibuk memilih daun yang nyaman untuk bersantai.

Namun tanpa di sadari Migo, semut tadi berjalan menuju pohon Cherry. Di dalam perjalanannya itu, setiap kali bertemu dengan semut lain, semut ini membisikkan sebuah berita bahwa Migo terjebak di tengah sungai dan membutuhkan bantuan mereka. Semut ini meminta setiap semut yang ia lewati untuk segera berjalan ke tepi sungai dan memikirkan cara untuk menyelamatkan Migo. Setiap kali ia berpapasan dengan semut lain, ia menyampaikan berita itu.

Beberapa saat kemudian, hampir seluruh koloni sudah berkumpul di pinggir sungai. Satu persatu mereka memanjat sebatang rumput yang panjang dan membuatnya melengkung hingga ujungnya mencapai tempat di mana Migo berada. Namun sayang, jaraknya masih terlalu jauh untuk menjangkau Migo. Semut yang berada di ujung yang paling dekat dengan Migo pun berkata, “Ayo Migo gunakan tanganmu untuk mendayung daun itu kemari. Kali ini kau tidak boleh malas agar bisa selamat.”

Migo pun menuruti perintah semut itu dan melawan rasa malasnya. Dia mulai mendayung sedikit demi sedikit hingga akhirnya bisa meraih ujung rumput itu. Semua semut bersorak gembira. Satu per satu mereka berjalan di atas batang rumput yang melengkung itu ke atas daratan. Akhirnya Migo bisa diselamatkan berkat bantuan dan kerja sama teman-temannya, dan yang paling penting Migo juga berperan dalam menyelamatkan dirinya sendiri dengan melawan rasa malas yang selama ini ada di dalam dirinya.

***
Dongeng ini adalah karya asli Damar Wijayanti yang bisa digunakan atau disebarkan dengan mencantumkan nama penulis dan link blog ini. Terima kasih karena telah menghargai karya dan hak cipta penulis.

Sunday, May 20, 2012

Lebah Murah Hati dan Ulat Rakus


Gambar: Getty Images


Di musim semi yang indah, saat-saat di mana padang rumput yang luas dipenuhi oleh bunga-bunga liar nan indah, gerombolan lebah madu akan keluar dari sarangnya untuk mengumpulkan madu bagi sang ratu lebah dan keluarga mereka. Musim semi adalah musim terbaik untuk menngambil bahan-bahan pembuatan madu yang tersimpan di setiap kelopak bunga, karena pada musim ini ribuan bunga bermekarang di sepanjang penglihatan lebah.

Namun sayang, musim semi kali ini bunga-bunga tidak bermekaran sebanyak dulu. Hal ini terjadi karena pada awal musim semu, gerombolan ulat datang menjajah padang rumput dan memakan dedaunan hingga habis. Rumput-tumput bunga yang daunnya habis akhirnya tak bisa berbunga pada musim semi kali ini. Para lebah madu pun dengan sedih melintasi padang rumput yang gundul yang dipenuhi oleh ulat-ulat gemuk yang kekenyangan. Lebah-lebah itu kembali ke sarang tanpa membawa hasil dan disambut oleh keluarga dan taru yang juga sedih karena hal itu berarti mereka akan kelaparan untuk waktu yang cukup lama.

Tak mau melihat rakyatnya kelaparan, ratu lebah pun keluar dari sarang dan menemui peri hutan. Peri hutan yang baik menyambutnya dengan penuh rasa penasaran.

“Ada apakah gerangan yang mulia ratu lebah? Kau tak pernah keluar dari sarangmu, pasti ada hal penting yang membuatmu sampai harus terbang keluar dari istanamu.” Tanya peri hutan penasaran.

“Rakyatku kelaparan karena ulat-ulat rakus di padang rumput telah menghabiskan seluruh tanaman bunga. Kalau sampai akhir musim semi ini tak ada bunga yang bisa tumbuh, maka kebanyakan dari kami bisa mati kelaparan. Dan aku datang ke sini untuk meminta bantuanmu. Bisakah kau melenyapkan gerombolan rakus itu?” Jelas ratu lebah.

“Tapi sebagai peri hutan, aku harus menjaga keseimbangan hidup penghuni hutan. Aku tak bisa memusnahkan mereka. Tapi jangan khawatir, aku akan memikirkan cara agar ulat-ulat rakus itu tak lagi menghabiskan tanaman bunga sendirian. Akan kubuat mereka bisa berbagi dengan para lebah.” Jawab peri hutan.

Ratu lebah cukup senang mendengar jawaban peri hutan, karena para lebah juga tidak keberatan berbagi dengan makhluk lain. Akhirnya ratu lebah pulang dan menunggu keajaiban yang akan dikerjakan oleh peri hutan.

Beberapa hari berlalu. Ratu lebah menyuruh utusannya untuk melihat apa yang terjadi di padang rumput. Betapa kagetnya waktu beberapa ekor lebah utusan itu melintasi padang rumput yang dipenuhi oleh kepompong. Mereka pun segera menuju istana dan melaporkan kepada ratu lebah bahwa ulat-ulat rakus sedang mendapat hukuman dari peri hutan. Ulat-ulat itu dibalut dengan benang-benang putih yang sangat lembuh yang dijalin oleh peri-peri hutan.

Selama para ulat itu di dalam kepompong, rumput-rumput bunga mulai bisa menumbuhkan daun-daunnya lagi tanpa ada yang menggigiti. Mereka terus tumbuh dengan subur selama pertengahan musim semi dan akhirnya semuanya berbunga bersamaan mendekati akhir musim semi. Para lebah sangat gembira melihatnya. Mereka pun dengan gembira keluar dari sarang-sarangnya untuk memanen.

Di padang rumput itu, ketika para lebah sedang mengambil sari-sari bunga, kepompong-kepompong putih di bawah dedaunan terbuka. Para lebah yang melihatnya menjadi bersedih karena mengira mereka akan melihat ulat-ulat rakus lagi yang akan segera melahap tanaman-tanaman bunga di padang itu. Namun, yang mereka lihat justru sebuah keajaiban. Bukannya ulat gendut, makhluk-makluk cantik dengan sayap yang berwarna-warni keluar dari kepompong itu dan ikut terbang di atas padang rumput yang berbunga. Para lebah terpesona akan keindahannya, hal itu membuat hati mereka senang.

Selama menjalani hukuman di dalam kepompong, para ulat itu telah berjanji kepada peri hutan untuk bersikap baik dan mau berbagi dengan para lebah. Karena itu, dengan sopan makhluk-makhluk cantik itu bertanya kepada para lebah dengan sangat sopan, “Bolehkan kami meminta sebagian dari sari-sari bunga ini?”

“Tentu saja, kita bisa saling berbagi. Alam ini kan milik kita bersama.” Jawab para lebah.

Di akhir musim semi itu, padang rumput penuh bunga pun dipenuhi oleh dua gerombolan makhluk yang terbang bersamaan, mengunjungi setiap kelopak bunga. Mereka hidup bersama, damai, dan dengan senang hati mau berbagi.

***
Dongeng ini adalah karya asli Damar Wijayanti yang bisa digunakan atau disebarkan dengan mencantumkan nama penulis dan link blog ini. Terima kasih karena telah menghargai karya dan hak cipta penulis.

Monday, April 23, 2012

Ngerumpi Days Out

Sudah dari beberapa kencan sebelumnya, saya dan pacar sekali-sekali ingin kencan bermutu. Jadi pacarannya nggak cuma makan bareng, nonton, jalan-jalan window shopping, nongkrong bareng temen-temen, dan karaoke. Sudah lumayan bosan tiap malam minggu melakukan kegiatan yang sama. Kami sempat berencana untuk mengunjungi museum nasional tapi nampaknya itu hanya mitos belaka, jadi ujung-ujungnya ya begitu-begitu lagi.

Sabtu kemarin, kami berencana jalan-jalan di FX untuk melihat-lihat sepatu, yang berarti kencan kami diisi dengan salah satu kegiatan biasa yang tersebut di atas: jalan-jalan di mall - window shopping. Tapi ternyata, keinginan kami untuk kencan bermutu secara tidak sengaja menjadi terlaksana, karena ternyata di FX sedang ada acara Ngerumpi Days Out. Acara ini mengundang berbagai komunitas online untuk membuka booth dan memberikan informasi kepada pengunjung tentang komunitas mereka. Tak hanya itu, talk show pun banyak digelar di acara ini.

Saya dan pacar pun masuk ke area booths dan mendatangi booths satu per satu. Bertanya-tanya dan mengumpulkan brosur, tak lupa meninggalkan kartu nama untuk komunitas-komunitas yang menarik minat kami.


Dari berbagai komunitas, ada beberapa yang sangat menarik perhatian kami berdua. Kebetulan kami sama-sama menyukai kegiatan sosial yang bisa berguna bagi sesama, terutama anak-anak, jadi begitu melihat booth Coin a Chance pacar saya langsung mengajak saya ke sana. Serunya, mereka bagi-bagiin celengan secara gratis untuk orang-orang yang mau bantuin ngumpulin koin untuk anak-anak sekolah yang butuh bantuan finansial.


Saya kebetulan pernah diajak teman dari Coin a Chance Jogja untuk mewawancara salah satu kandidat adik asuh dan orang tuanya, jadi begitu ada kesempatan untuk membantu lagi dengan cara ini, saya pun dengan semangat mendaftarkan diri untuk mendapatkan celengan ini, dan membawanya ke kantor. Pagi ini saya taruh celengan Coin a Chance dan brosurnya di meja kosong dekat pintu masuk agar orang-orang yang lewat bisa melihatnya, dan seneng banget waktu saya cek sebelum makan siang, isinya sudah hampir setengah! Tertarik dengan gerakan ini? Follow deh @coinachance!

Selain Coin a Chance ada juga gerakan Save Street Child yang ngajakin kita untuk memberikan donasi uang maupun waktu untuk mengajar anak-anak jalanan. Kamu bisa follow gerakan ini di @SaveStreetChild. Kemarin ada juga gerakan nyumbangin buku untuk anak-anak panti asuhan, tapi ternyata saya kelupaan ga ngambil brosurnya saking banyaknya brosur yang sudah saya pegang.

Okay, cukup dengan komunitas-komunitas gerakan sosial, ada satu lagi komunitas seru-seruan yang menarik perhatian saya. Namanya The Looxperiments. Komunitas ini memberikan tips-tips berdandan, ngadain kelas make up and hair do, terus setiap dua minggu sekali mereka ngadain make up challenges dengan tema-tema tertentu, lucu deh. Oiya, katanya mereka juga punya market tempat kita bisa jual barang-barang kita yang masih bagus tapi udah ga dipakai lagi, yaa semacam garage sale bersama gitu. Seru ya? Follow mereka deh di @looxperiments.

Overall, selain komunitasnya yang seru-seru, acara kencan kami jadi seru juga :D Semoga rencana kencan di museum bisa kejadian deh jadi bisa ngerasain kencan seru lagi, hehehehe.. See you on another post and have a good day :*

Tuesday, February 28, 2012

Istilah dalam Periklanan Eps. Iklan Bergerak

Halooo... baru sempet nongol lagi nih gara-gara kemaren-kemaren kehidupan saya sempet tersita oleh produksi TVC: 3x PPM dalam seminggu, shooting selama 2 x 17 jam (hampir) non-stop, lalu dilanjut lagi dengan post production (offline meeting, VO recording, online meeting)... Biarpun harusnya berasa capek banget, tapi rasa senang mengalahkan segalanya. Ini kali kedua saya belajar langsung dari praktek produksi TVC, makanya rasa penasaran yang besar bisa mengusir jauh-jauh rasa capek yang seharusnya nempel di badan selama berhari-hari. Di kesempatan pertama ikutan produksi TVC, istilah-istilah di atas begitu asing bagi saya, bahkan sempat terbolak-balik antara offline editing dan online editing, tapi di kesempatan kedua ini, saya jauuuuh lebih mengerti. Belajar dari praktik langsung memang metode yang paling cocok buat saya, tapi buat teman-teman yang mungkin belum mendapat kesempatan belajar dari praktiknya langsung, ini (sesuai dengan janji saya di postingan sebelumnya) saya bagi-bagi gratis beberapa istilah dalam produksi TVC dan pengertiannya :) Saya baik banget kaan? :p

1. TVC: Television Commercial / Iklan TV

2. RT: Running Text, yaitu tulisan berjalan di bagian bawah layar televisi, bisa di dalam iklan, bisa juga lepasan di dalam program acara

3. SI: Super Impose, yaitu gambar / image yang berada di pojok atas (kanan atau kiri) televisi, biasanya bersifat lepasan (terpisah dari iklan) namun dimasukkan dalam program acara

4. Supers: text pada TVC, misalnya text tagline

5. Storyline: jalan cerita rencana iklan TV dalam bentuk tulisan

6. Storyboard: jalan cerita rencana iklan TV dalam bentuk gambar bersambung / komik

7. Shooting Board: storyboard dari agency yang telah dikembangkan, disesuaikan dengan treatment dari sutradara. Biasanya lebih sering disebut sebagai Director Board

8. Treatment: perlakuan yang direncanakan oleh sutradara atas storyboard yang dibuat oleh agency, yaitu bagaimana penerapan cerita dari storyboard ketika dituangkan ke dalam bahasa film dan harus dapat memperkaya (crafting) cerita asal

9. PH: Production House, yaitu pihak ketiga / supplier yang menangani pembuatan iklan

10. PPM: Pre Production Meeting, rapat persiapan produksi iklan. Biasanya dilakukan 2 hingga 3 kali sebelum shooting

11. Recce: Pencarian lokasi untuk shooting, biasa dilakukan oleh tim PH bersama Film Director atau Art Director dan hasilnya akan dipresentasikan kepada pihak agency dan client saat PPM

12. Workshop: masa latihan untuk persiapan shooting (bagi talent)

13. Wardrobe: baju, kostum yang akan dikenakan saat shooting, termasuk di dalamnya aksesoris, alas kaki, dll.

14. Fitting: pelaksanaan pengepasan wardrobe yang akan digunakan saat shooting

15. Film Director: sutradara

16. DOP: Director Of Photography, kameramen utama yang juta bertanggung jawab atas pengaturan cahaya

17. Digitizing: Transfer format film ke digital agar dapat diproses dalam mesin offline dan online

18. Grading: Perlakuan perbaikan warna film setelah ditransfer ke dalam materi digital

19. VO: Voice Over (pengisi suara dalam iklan)

20. Offline: tahapan post production sebuah iklan TV. Pada tahap ini dilakukan pemilihan shot untuk membentuk sebuah struktur editing (jalan cerita) iklan tersebut. Iklan diedit tanpa music sebenarnya atau hanya dengan music reference yang telah di-present saat PPM. Musik dan VO hanya berfungsi sebagai guide saja. Pengertian gampangnya sih offline ini cuma potong-potong dan nyambungin gambar-gambar secara kasar biar sesuai dengan urutan ceritanya. Musik dan suara belum melalui proses editing pada tahap ini.

21. Online: hasil offline yang dibuatkan effect agar tampil lebih sempurna, misalnya saat perpindahan frame/scene, atau untuk memperhalus tampilan gambar dan lain-lain. Animasi dan musik/VO juga di-compose (ditempel) pada saat online editing.

22. Recording: perekaman suara, misalnya untuk VO.

23. Music Scoring, Sound Design: background musik yang dibuat khusus untuk iklan TVC dengan menyesuaikan secara detil dengan gambar yang dibuat

24. Jingle: background musik yang berbentuk lagu (bukan sekedar music scorring)

25. Jinglet: ending dari jingle, biasanya dibuat dengan tune yang ear-cathing agar mudah diingat dan biasanya akan selalu dibawa di semua iklan brand tersebut. Biasanya lebih sering disebut sebagai end-tune

26. Mixing: sesi penggabungan dan pengaturan music background, VO, dan sfx (sound effect). Di sini diatur juga volume suara masing-masing bagian

27. Restripe: sesi penggabungan antara video dengan audio

28. Mastering: tahap akhir proses produksi, yaitu pengolahan hasil produksi TVC agar menjadi materi master (utama). Disimpan dalam bentuk Betacam digital (warna biru)

29. Release Dub: pendulpikasian materi TVC menjadi beberapa materi copy

30. Dubs:kaset-kaset betacam (warna abu-abu) yang merupakan hasil duplikasi TVC

31. Striping: acara/program TV yang ditayangkan setiap hari secara rutin pada waktu yang sama. contoh: sinetron, extravaganza, opera van java, dll.

Nah, itu dia 31 istilah yang berkaitan dengan TVC. Tungguin episode berikutnya tentang iklan radio yaa (semoga sempet hehehe).. semoga bermanfaat, kalau ada yang mau share istilah lain atau mau nanya tentang istilah periklanan lain, silakan comment yaa.. pasti saya tanyain sama yang lebih ngerti hehehe.. see you folks!

Monday, February 13, 2012

Istilah dalam Periklanan Eps. Print

Kemaren saya sempet beresin kamar dan menemukan print out istilah-istilah di dunia periklanan yang diberikan Supervisor saya ketika magang di Euro RSCG tahun lalu. Karena kebetulan saya sedang merasa sudah lama tidak menulis hal yang berguna, jadi ga ada salahnya saya menyalin daftar istilah itu untuk dibagi di sini. Print out tersebut dibagi menjadi empat macam: istilah yang berhubungan dengan iklan cetak, iklan bergerak (TV), iklan suara (radio), dan periklanan umum. Nah, Episode pertama kali ini, saya akan berbagi istilah periklanan cetak (print), semoga bermanfaat :)

1. PA: Print Ad (Iklan cetak).

2. LO: Lay Out, yaitu desain awal berbentuk gambar (masih merupakan gambar sementara, bukan menggunakan materi hasil pemotretan, dan masih low-res).

3. FA: Final Artwork, yaitu desain yang sudah menggunakan gambar sebenarnya (dari hasil pemotretan) dan sudah hi-res.

4. Hi-res: High Resolution (resolusi tinggi), kualitas ketajaman gambar sangat baik, biasanya dipakai untuk FA, hasil gampar tajam dan membutuhkan memori besar.

5. Low-res: Low Resolution (resolusi rendah), kualitas ketajaman gambar yang jelek, biasanya dipakai untuk LO, hasil gambar tidak tajam, hanya membutuhkan memori kecil sehingga pengerjaan lebih cepat.

6. FPFC: Full Page Full Colour, iklan cetak berukuran satu halaman full colour.

7. HPFC: Half Page Full Colour, iklan cetak berukuran setengah halaman full colour.

8. FC: Full Colour

9. BW: Black and White

10. Colsep: Colour separation, yaitu hasil cetakan FA di atas lembaran film, biasanya untuk dicek warnanya sebelum turun cetak.

11. Pantone Colour: cat atau tinta warna spesial untuk cetakan.

12. NPP: Newspaper.

13. MAGZ, MAG: Magazine

14. POS, POP: Point of Sale, Point of Purchase, yaitu material promosi yang dipasang di toko, outlet, pasar, dsb.

15. Shelftalker: POS yang dipasang di pinggiran rak produk di supermarket.

16. Wobbler: POS yang dipasang di rak supermarket, bentuknya seperti mainan yang digantungkan dan bergoyang-goyang (wobbling). Ukurannya biasanya kecil dan disambung ke rak dengan plastik / mika agar flexible dan bergoyang.

17. Sunblind: POS yang dipasang di depan warung atau toko untuk menghalangi panas matahari masuk ke dalam warung atau toko tersebut.

18. Hanging Mobile: POS yang dipasang di langit-langit toko atau supermarket, biasanya digantungkan dan bentuknya attractive.

19. Flagchain: POS yang dipasang di atap depan toko atau warung, berjajar-jajar seperti rantai.

20. Standing banner, X-banner, Roll Banner: semacam spanduk (tapi lebih pendek) dengan posisi vertikal. Disebut X-banner jika rangkanya berbentuk X dan disebut Roll banner jika strukturnya digulung (roll).

21. Shopsign: papan iklan produk seperti billboard kecil tapi dengan nama toko dan biasanya dipasang di depan toko tersebut.

22. Outdoors / OOH (Out of Home): material promosi yang dipasang di area outdoors, misalnya di JPO (Jembatan penyeberangan orang) dan Billboard

Nah, itu dia beberapa istilah terkain iklan cetak. Episode berikutnya kita saya akan berbagi catatan tentang iklan bergerak (TV). Thank you for reading this post, semoga bisa berguna :)