Gambar: Getty Images
Ini adalah cerita tentang seekor semut pemalas yang berhutang budi kepada koloninya. Koloni semut itu tinggal di rongga-rongga akar sebuah pohon cherry di pinggir sungai kecil yang tenang. Setiap hari semut-semut itu memanjat pohon cherry yang sangat tinggi bagi mereka, bersama-sama mereka memetik buah cherry yang sudah masak dan terasa manis untuk dibawa ke rumah mereka dan dimakan bersama-sama.
Namun di antara koloni semut itu, terdapat seekor semut pemalas bernama Migo. Bukannya ikut bekerja sama mencari makanan, dia malah duduk bersantai di atas sehelai daun cherry sambil menikmati semilir angin. Beberapa semut yang lewat sering menasihatinya, namun dia tak peduli. Dia tetap bersantai dan mengabaikan teman-temannya yang bekerja keras. Bahkan seringkali Migo ketiduran saat tengah bersantai, seperti halnya hari ini.
Tanpa disadari Migo, hari ini angin bertiup lebih kencang dari biasanya. Angin yang cukup kencang ini membuat daun yang diduduki Migo terlepas dari dahannya dan terbang jatuh ke atas sungai yang tenang. Saat terbangun, Migo kaget karena dia mengapung di tengah-tengah sungai dan sangat sulit baginya untuk menggapai tepian.
Dengan ketakutan Migo berteriak-teriak minta tolong namun tak ada semut lain yang mendengarnya. Dia terus berteriak dan hampir putus asa saat seekor semut yang hendak minum dari tepian sungai mendengar suaranya dan melihat Migo terjebak di atas sehelai daun yang mengapung di tengah sungai. Migo memohon pertolongannya, namun semut itu justru pergi dari tepi sungai. Migo menjadi sedih dan sadar akan perasaan semut lain yang selama ini ia perlakukan seperti itu. Saat semut-semut lain meminta bantuannya untuk bersama-sama mengangkat buah cherry yang cukup besar, dia justru pergi meninggalkan mereka dan sibuk memilih daun yang nyaman untuk bersantai.
Namun tanpa di sadari Migo, semut tadi berjalan menuju pohon Cherry. Di dalam perjalanannya itu, setiap kali bertemu dengan semut lain, semut ini membisikkan sebuah berita bahwa Migo terjebak di tengah sungai dan membutuhkan bantuan mereka. Semut ini meminta setiap semut yang ia lewati untuk segera berjalan ke tepi sungai dan memikirkan cara untuk menyelamatkan Migo. Setiap kali ia berpapasan dengan semut lain, ia menyampaikan berita itu.
Beberapa saat kemudian, hampir seluruh koloni sudah berkumpul di pinggir sungai. Satu persatu mereka memanjat sebatang rumput yang panjang dan membuatnya melengkung hingga ujungnya mencapai tempat di mana Migo berada. Namun sayang, jaraknya masih terlalu jauh untuk menjangkau Migo. Semut yang berada di ujung yang paling dekat dengan Migo pun berkata, “Ayo Migo gunakan tanganmu untuk mendayung daun itu kemari. Kali ini kau tidak boleh malas agar bisa selamat.”
Migo pun menuruti perintah semut itu dan melawan rasa malasnya. Dia mulai mendayung sedikit demi sedikit hingga akhirnya bisa meraih ujung rumput itu. Semua semut bersorak gembira. Satu per satu mereka berjalan di atas batang rumput yang melengkung itu ke atas daratan. Akhirnya Migo bisa diselamatkan berkat bantuan dan kerja sama teman-temannya, dan yang paling penting Migo juga berperan dalam menyelamatkan dirinya sendiri dengan melawan rasa malas yang selama ini ada di dalam dirinya.
***
Dongeng ini adalah karya asli Damar Wijayanti yang bisa digunakan atau disebarkan dengan mencantumkan nama penulis dan link blog ini. Terima kasih karena telah menghargai karya dan hak cipta penulis.
Showing posts with label work. Show all posts
Showing posts with label work. Show all posts
Monday, May 21, 2012
Tuesday, March 27, 2012
Moment of Weakness
Agency: Leo Burnett India
Brand / Service: Welfare Of Homeless Kids
Client: Saathi
Creative Director: Nitesh Tiwari
Copywriter: Piyush Gupta / Shreyas Jain
Producer: Lingo India
Category: Radio
(Kid in pain)
Kid pretends as father: Is it hurting a lot?
Kid as son: Hmm...
Kid pretends as father: Good, you deserve it. Why did you steal?
Kid as son: I was hungry.
Kid pretends as father: I bet all the beating has filled up your stomach nicely. Tell me... if you were really that hungry, why didn't you ask someone?
Kid as son: Because I know no one wouldn't helped.
Kid pretends as father: Shut up! First you screw up and then you give me these lame excuses. Is this what I taught you, tell me why did you steal from Gafoor's shop?
Kid as son: What did I know that Gafoor will catch me.
Kid pretends as father: You put your hand in a snake's hole and then expect the snake to kiss you on your cheek. Now if you really wanted to steal, why didn't you pick that blind man instead, who would have caught you there?
Kid as son: I never thought about it.
(Pause)
Kid pretends as father: Forget it... Go and quickly get the medicine from Phatka or else you'll have an infection.
Kid as son: Hmm..
Kid pretends as father: And listen.. next time be a little cautious.
Kid as son: Okay.
FVO: Millions of street kids are parents to themselves. To help them call Saathi on 230009117
Brand / Service: Welfare Of Homeless Kids
Client: Saathi
Creative Director: Nitesh Tiwari
Copywriter: Piyush Gupta / Shreyas Jain
Producer: Lingo India
Category: Radio
(Kid in pain)
Kid pretends as father: Is it hurting a lot?
Kid as son: Hmm...
Kid pretends as father: Good, you deserve it. Why did you steal?
Kid as son: I was hungry.
Kid pretends as father: I bet all the beating has filled up your stomach nicely. Tell me... if you were really that hungry, why didn't you ask someone?
Kid as son: Because I know no one wouldn't helped.
Kid pretends as father: Shut up! First you screw up and then you give me these lame excuses. Is this what I taught you, tell me why did you steal from Gafoor's shop?
Kid as son: What did I know that Gafoor will catch me.
Kid pretends as father: You put your hand in a snake's hole and then expect the snake to kiss you on your cheek. Now if you really wanted to steal, why didn't you pick that blind man instead, who would have caught you there?
Kid as son: I never thought about it.
(Pause)
Kid pretends as father: Forget it... Go and quickly get the medicine from Phatka or else you'll have an infection.
Kid as son: Hmm..
Kid pretends as father: And listen.. next time be a little cautious.
Kid as son: Okay.
FVO: Millions of street kids are parents to themselves. To help them call Saathi on 230009117
Tuesday, February 28, 2012
Istilah dalam Periklanan Eps. Iklan Bergerak
Halooo... baru sempet nongol lagi nih gara-gara kemaren-kemaren kehidupan saya sempet tersita oleh produksi TVC: 3x PPM dalam seminggu, shooting selama 2 x 17 jam (hampir) non-stop, lalu dilanjut lagi dengan post production (offline meeting, VO recording, online meeting)... Biarpun harusnya berasa capek banget, tapi rasa senang mengalahkan segalanya. Ini kali kedua saya belajar langsung dari praktek produksi TVC, makanya rasa penasaran yang besar bisa mengusir jauh-jauh rasa capek yang seharusnya nempel di badan selama berhari-hari. Di kesempatan pertama ikutan produksi TVC, istilah-istilah di atas begitu asing bagi saya, bahkan sempat terbolak-balik antara offline editing dan online editing, tapi di kesempatan kedua ini, saya jauuuuh lebih mengerti. Belajar dari praktik langsung memang metode yang paling cocok buat saya, tapi buat teman-teman yang mungkin belum mendapat kesempatan belajar dari praktiknya langsung, ini (sesuai dengan janji saya di postingan sebelumnya) saya bagi-bagi gratis beberapa istilah dalam produksi TVC dan pengertiannya :) Saya baik banget kaan? :p
1. TVC: Television Commercial / Iklan TV
2. RT: Running Text, yaitu tulisan berjalan di bagian bawah layar televisi, bisa di dalam iklan, bisa juga lepasan di dalam program acara
3. SI: Super Impose, yaitu gambar / image yang berada di pojok atas (kanan atau kiri) televisi, biasanya bersifat lepasan (terpisah dari iklan) namun dimasukkan dalam program acara
4. Supers: text pada TVC, misalnya text tagline
5. Storyline: jalan cerita rencana iklan TV dalam bentuk tulisan
6. Storyboard: jalan cerita rencana iklan TV dalam bentuk gambar bersambung / komik
7. Shooting Board: storyboard dari agency yang telah dikembangkan, disesuaikan dengan treatment dari sutradara. Biasanya lebih sering disebut sebagai Director Board
8. Treatment: perlakuan yang direncanakan oleh sutradara atas storyboard yang dibuat oleh agency, yaitu bagaimana penerapan cerita dari storyboard ketika dituangkan ke dalam bahasa film dan harus dapat memperkaya (crafting) cerita asal
9. PH: Production House, yaitu pihak ketiga / supplier yang menangani pembuatan iklan
10. PPM: Pre Production Meeting, rapat persiapan produksi iklan. Biasanya dilakukan 2 hingga 3 kali sebelum shooting
11. Recce: Pencarian lokasi untuk shooting, biasa dilakukan oleh tim PH bersama Film Director atau Art Director dan hasilnya akan dipresentasikan kepada pihak agency dan client saat PPM
12. Workshop: masa latihan untuk persiapan shooting (bagi talent)
13. Wardrobe: baju, kostum yang akan dikenakan saat shooting, termasuk di dalamnya aksesoris, alas kaki, dll.
14. Fitting: pelaksanaan pengepasan wardrobe yang akan digunakan saat shooting
15. Film Director: sutradara
16. DOP: Director Of Photography, kameramen utama yang juta bertanggung jawab atas pengaturan cahaya
17. Digitizing: Transfer format film ke digital agar dapat diproses dalam mesin offline dan online
18. Grading: Perlakuan perbaikan warna film setelah ditransfer ke dalam materi digital
19. VO: Voice Over (pengisi suara dalam iklan)
20. Offline: tahapan post production sebuah iklan TV. Pada tahap ini dilakukan pemilihan shot untuk membentuk sebuah struktur editing (jalan cerita) iklan tersebut. Iklan diedit tanpa music sebenarnya atau hanya dengan music reference yang telah di-present saat PPM. Musik dan VO hanya berfungsi sebagai guide saja. Pengertian gampangnya sih offline ini cuma potong-potong dan nyambungin gambar-gambar secara kasar biar sesuai dengan urutan ceritanya. Musik dan suara belum melalui proses editing pada tahap ini.
21. Online: hasil offline yang dibuatkan effect agar tampil lebih sempurna, misalnya saat perpindahan frame/scene, atau untuk memperhalus tampilan gambar dan lain-lain. Animasi dan musik/VO juga di-compose (ditempel) pada saat online editing.
22. Recording: perekaman suara, misalnya untuk VO.
23. Music Scoring, Sound Design: background musik yang dibuat khusus untuk iklan TVC dengan menyesuaikan secara detil dengan gambar yang dibuat
24. Jingle: background musik yang berbentuk lagu (bukan sekedar music scorring)
25. Jinglet: ending dari jingle, biasanya dibuat dengan tune yang ear-cathing agar mudah diingat dan biasanya akan selalu dibawa di semua iklan brand tersebut. Biasanya lebih sering disebut sebagai end-tune
26. Mixing: sesi penggabungan dan pengaturan music background, VO, dan sfx (sound effect). Di sini diatur juga volume suara masing-masing bagian
27. Restripe: sesi penggabungan antara video dengan audio
28. Mastering: tahap akhir proses produksi, yaitu pengolahan hasil produksi TVC agar menjadi materi master (utama). Disimpan dalam bentuk Betacam digital (warna biru)
29. Release Dub: pendulpikasian materi TVC menjadi beberapa materi copy
30. Dubs:kaset-kaset betacam (warna abu-abu) yang merupakan hasil duplikasi TVC
31. Striping: acara/program TV yang ditayangkan setiap hari secara rutin pada waktu yang sama. contoh: sinetron, extravaganza, opera van java, dll.
Nah, itu dia 31 istilah yang berkaitan dengan TVC. Tungguin episode berikutnya tentang iklan radio yaa (semoga sempet hehehe).. semoga bermanfaat, kalau ada yang mau share istilah lain atau mau nanya tentang istilah periklanan lain, silakan comment yaa.. pasti saya tanyain sama yang lebih ngerti hehehe.. see you folks!
1. TVC: Television Commercial / Iklan TV
2. RT: Running Text, yaitu tulisan berjalan di bagian bawah layar televisi, bisa di dalam iklan, bisa juga lepasan di dalam program acara
3. SI: Super Impose, yaitu gambar / image yang berada di pojok atas (kanan atau kiri) televisi, biasanya bersifat lepasan (terpisah dari iklan) namun dimasukkan dalam program acara
4. Supers: text pada TVC, misalnya text tagline
5. Storyline: jalan cerita rencana iklan TV dalam bentuk tulisan
6. Storyboard: jalan cerita rencana iklan TV dalam bentuk gambar bersambung / komik
7. Shooting Board: storyboard dari agency yang telah dikembangkan, disesuaikan dengan treatment dari sutradara. Biasanya lebih sering disebut sebagai Director Board
8. Treatment: perlakuan yang direncanakan oleh sutradara atas storyboard yang dibuat oleh agency, yaitu bagaimana penerapan cerita dari storyboard ketika dituangkan ke dalam bahasa film dan harus dapat memperkaya (crafting) cerita asal
9. PH: Production House, yaitu pihak ketiga / supplier yang menangani pembuatan iklan
10. PPM: Pre Production Meeting, rapat persiapan produksi iklan. Biasanya dilakukan 2 hingga 3 kali sebelum shooting
11. Recce: Pencarian lokasi untuk shooting, biasa dilakukan oleh tim PH bersama Film Director atau Art Director dan hasilnya akan dipresentasikan kepada pihak agency dan client saat PPM
12. Workshop: masa latihan untuk persiapan shooting (bagi talent)
13. Wardrobe: baju, kostum yang akan dikenakan saat shooting, termasuk di dalamnya aksesoris, alas kaki, dll.
14. Fitting: pelaksanaan pengepasan wardrobe yang akan digunakan saat shooting
15. Film Director: sutradara
16. DOP: Director Of Photography, kameramen utama yang juta bertanggung jawab atas pengaturan cahaya
17. Digitizing: Transfer format film ke digital agar dapat diproses dalam mesin offline dan online
18. Grading: Perlakuan perbaikan warna film setelah ditransfer ke dalam materi digital
19. VO: Voice Over (pengisi suara dalam iklan)
20. Offline: tahapan post production sebuah iklan TV. Pada tahap ini dilakukan pemilihan shot untuk membentuk sebuah struktur editing (jalan cerita) iklan tersebut. Iklan diedit tanpa music sebenarnya atau hanya dengan music reference yang telah di-present saat PPM. Musik dan VO hanya berfungsi sebagai guide saja. Pengertian gampangnya sih offline ini cuma potong-potong dan nyambungin gambar-gambar secara kasar biar sesuai dengan urutan ceritanya. Musik dan suara belum melalui proses editing pada tahap ini.
21. Online: hasil offline yang dibuatkan effect agar tampil lebih sempurna, misalnya saat perpindahan frame/scene, atau untuk memperhalus tampilan gambar dan lain-lain. Animasi dan musik/VO juga di-compose (ditempel) pada saat online editing.
22. Recording: perekaman suara, misalnya untuk VO.
23. Music Scoring, Sound Design: background musik yang dibuat khusus untuk iklan TVC dengan menyesuaikan secara detil dengan gambar yang dibuat
24. Jingle: background musik yang berbentuk lagu (bukan sekedar music scorring)
25. Jinglet: ending dari jingle, biasanya dibuat dengan tune yang ear-cathing agar mudah diingat dan biasanya akan selalu dibawa di semua iklan brand tersebut. Biasanya lebih sering disebut sebagai end-tune
26. Mixing: sesi penggabungan dan pengaturan music background, VO, dan sfx (sound effect). Di sini diatur juga volume suara masing-masing bagian
27. Restripe: sesi penggabungan antara video dengan audio
28. Mastering: tahap akhir proses produksi, yaitu pengolahan hasil produksi TVC agar menjadi materi master (utama). Disimpan dalam bentuk Betacam digital (warna biru)
29. Release Dub: pendulpikasian materi TVC menjadi beberapa materi copy
30. Dubs:kaset-kaset betacam (warna abu-abu) yang merupakan hasil duplikasi TVC
31. Striping: acara/program TV yang ditayangkan setiap hari secara rutin pada waktu yang sama. contoh: sinetron, extravaganza, opera van java, dll.
Nah, itu dia 31 istilah yang berkaitan dengan TVC. Tungguin episode berikutnya tentang iklan radio yaa (semoga sempet hehehe).. semoga bermanfaat, kalau ada yang mau share istilah lain atau mau nanya tentang istilah periklanan lain, silakan comment yaa.. pasti saya tanyain sama yang lebih ngerti hehehe.. see you folks!
Thursday, January 19, 2012
From Jakarta to Epic Java
Hi, i want you to meet my cool and talented friend: Febian Nurahman Saktinegara
He is the man who made a cool video called "Merangkum Jakarta, A Journey trough Jakarta" . This video has won some awards like:
- 10 shortlisted film and 5 nominees at "SBM Golden Lens", Erasmus Huis, Jakarta.
- Special artist at "2011 ASEAN-Korea Multimedia Competition", Gallery LOOP, Korea.
- "Bazaar Art 2011", GF Pacific Place, Jakarta.
- “Sinemars”, Blitz Megaplex, PVJ, Bandung.
- “Voice Of Young Indonesian Filmmakers”, @america, Pacific Place, Jakarta.
- Marion Bloem's Vrijheid-Freedom-Libertad project
Cool, right? And now I'm really happy to tell you that he comes back with another journey through Java, capturing epic side of Java, still with his SLR camera. He showed me this amazing teaser of his work and told me that he still trying to find someone who wants to donate some money to make this movie finish. So, please click the link above and watch the teaser. Hopefully anyone of you get interested in his work and want to invest on this movie. Enjoy and thank you :)
He is the man who made a cool video called "Merangkum Jakarta, A Journey trough Jakarta" . This video has won some awards like:
- 10 shortlisted film and 5 nominees at "SBM Golden Lens", Erasmus Huis, Jakarta.
- Special artist at "2011 ASEAN-Korea Multimedia Competition", Gallery LOOP, Korea.
- "Bazaar Art 2011", GF Pacific Place, Jakarta.
- “Sinemars”, Blitz Megaplex, PVJ, Bandung.
- “Voice Of Young Indonesian Filmmakers”, @america, Pacific Place, Jakarta.
- Marion Bloem's Vrijheid-Freedom-Libertad project
Cool, right? And now I'm really happy to tell you that he comes back with another journey through Java, capturing epic side of Java, still with his SLR camera. He showed me this amazing teaser of his work and told me that he still trying to find someone who wants to donate some money to make this movie finish. So, please click the link above and watch the teaser. Hopefully anyone of you get interested in his work and want to invest on this movie. Enjoy and thank you :)
Friday, December 16, 2011
Story about my great mentors
Hai all, kenalkan mentor hebat (baca: gila) saya di LB: Jolly dan Yogi. Mereka ini udah sepaket dan ga bisa didapatkan secara terpisah, ala carte, dll. Saya berkenalan dengan mereka di Phuket, saat after party Adfest 2011. Bagaimana saya bisa berkeliaran di sana, nanti akan saya ceritakan di postingan lain.
Beberapa bulan setelah perkenalan tersebut, dan setelah saya lulus kuliah, saya menghubungi Jolly untuk menanyakan apakah ada lowongan sebagai copywriter di agency tempat dia bekerja (Jolly adalah sr. copywriter LB). Dia segera memberikan alamat email Associate CD-nya kepada saya dan menyarankan kepada saya untuk mengirim application email dan CV ke alamat tersebut. Kamis siang (lupa tanggalnya) saya kirim email, Kamis malam saya ditelepon untuk interview di LB Jumat pagi. Kilat. Dan di akhir interview, saya ditanya kapan bisa mulai kerja (padahal saya nggak pake visine lho sebelum interview).
Nah, setelah akhirnya saya masuk di LB sebagai jr. copywriter, saya mendapatkan dua mentor ini: Jolly dan Yogi. Mentor hebat bagi saya, mereka inspiratif, kreatif, dan gila! Kemarin siang, waktu bos dari regional dateng, mereka bahkan mendapatkan Star Reacher's Award. Sebuah Award untuk mereka yang performance-nya luar binasa di LB Indonesia. Mereka mendapatkan teropong emas dan trophy berbentuk balok berwarna emas (entah emas beneran atau bukan, tapi berat sih) dan ucapan selamat berbentuk tulisan dari bosnya LB worldwide. Waaaw pengeen! Semoga saya juga bisaaa nantinyaa :)
Bagaimana mereka bisa dapet Star Reacher's award? karena mereka gila! hehehe.. beneran deh, di kantor adanya becandaan doang, tapi ide-ide yang mereka hasilkan memang keren-keren, dan bertaraf internasional! Mereka yang mengerjakan McDonald's Wrapper Campaign yang berhasil memenangkan berbagai penghargaan internasional dari Adfest sampai Clio!
Kemaren ini Jolly juga memberikan kontribusi yang bikin LB memborong award untuk kategori Radio dan Radio Seri di Citra Pariwara 2011. Seneng bisa dapet mentor hebat kaya mereka, meskipun setelah mendapatkan Star Reacher's Award, mereka menggunakan gift-nya untuk:
Mengintip kamar-kamar Hotel Sari Pan di gedung seberang. Siapa tau ada yang lagi ganti baju katanya. *sigh*
Beberapa bulan setelah perkenalan tersebut, dan setelah saya lulus kuliah, saya menghubungi Jolly untuk menanyakan apakah ada lowongan sebagai copywriter di agency tempat dia bekerja (Jolly adalah sr. copywriter LB). Dia segera memberikan alamat email Associate CD-nya kepada saya dan menyarankan kepada saya untuk mengirim application email dan CV ke alamat tersebut. Kamis siang (lupa tanggalnya) saya kirim email, Kamis malam saya ditelepon untuk interview di LB Jumat pagi. Kilat. Dan di akhir interview, saya ditanya kapan bisa mulai kerja (padahal saya nggak pake visine lho sebelum interview).
Nah, setelah akhirnya saya masuk di LB sebagai jr. copywriter, saya mendapatkan dua mentor ini: Jolly dan Yogi. Mentor hebat bagi saya, mereka inspiratif, kreatif, dan gila! Kemarin siang, waktu bos dari regional dateng, mereka bahkan mendapatkan Star Reacher's Award. Sebuah Award untuk mereka yang performance-nya luar binasa di LB Indonesia. Mereka mendapatkan teropong emas dan trophy berbentuk balok berwarna emas (entah emas beneran atau bukan, tapi berat sih) dan ucapan selamat berbentuk tulisan dari bosnya LB worldwide. Waaaw pengeen! Semoga saya juga bisaaa nantinyaa :)
Bagaimana mereka bisa dapet Star Reacher's award? karena mereka gila! hehehe.. beneran deh, di kantor adanya becandaan doang, tapi ide-ide yang mereka hasilkan memang keren-keren, dan bertaraf internasional! Mereka yang mengerjakan McDonald's Wrapper Campaign yang berhasil memenangkan berbagai penghargaan internasional dari Adfest sampai Clio!
Kemaren ini Jolly juga memberikan kontribusi yang bikin LB memborong award untuk kategori Radio dan Radio Seri di Citra Pariwara 2011. Seneng bisa dapet mentor hebat kaya mereka, meskipun setelah mendapatkan Star Reacher's Award, mereka menggunakan gift-nya untuk:
Mengintip kamar-kamar Hotel Sari Pan di gedung seberang. Siapa tau ada yang lagi ganti baju katanya. *sigh*
Thursday, December 15, 2011
I'm a part of Leo Burnett's team!!
Sebenernya sudah sebulan lebih sih saya kerja di Leo Burnett, salah satu multinational advertising agency di Indonesia. Tapi karena baru diposting sekarang, boleh lah yaa, sekarang teriak "Whoaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! I'm a part of Leo Burnett's team!!"
Dan setelah satu bulan ditungguin, akhirnya kartu akses pribadi saya untuk memasuki kantor kreatif di Menara Thamrin lantai 24 ini jadi juga. Taraaaaaaa:
Oiya, posisi saya di sini sekarang adalah jr. copywriter, dan saya adalah first jobber setelah berhasil menyelesaikan kuliah bulan Agustus 2011 kemarin. Senangnya langsung bisa mendapatkan kerjaan, yang sesuai passion tentunya :)
Dan setelah satu bulan ditungguin, akhirnya kartu akses pribadi saya untuk memasuki kantor kreatif di Menara Thamrin lantai 24 ini jadi juga. Taraaaaaaa:
Oiya, posisi saya di sini sekarang adalah jr. copywriter, dan saya adalah first jobber setelah berhasil menyelesaikan kuliah bulan Agustus 2011 kemarin. Senangnya langsung bisa mendapatkan kerjaan, yang sesuai passion tentunya :)
Subscribe to:
Posts (Atom)




