Horee, #31HariMenulis ada lagi!! Semoga kali ini saya nggak ada hari yang bolong nulis seperti tahun lalu. Tahun lalu saya menulis cerita bersambung tentang petualangan Milo dan Ploy. Namun kali ini, saya ingin menulis cerita lepasan, dan karena otak saya hanya lancar jika diajak berkhayal, maka saya akan menulis dongeng. Semoga setelah selesai program ini, akan ada 31 dongeng yang bisa dibukukan. Amiiiin.. hehehehe selamat menikmati dongeng sampai 31 hari ke depan. Ini dia dongeng pertama, jeng jeng jeng...
#31HariMenulis - Day 1 - 1 Mei 2012
PETERNAK TUA DAN SERATUS DOMBANYA
gambar: getty images
Di sebuah desa, tinggallah seorang peternak tua yang hanya hidup bersama istrinya karena mereka tidak dikaruniai anak. Sehari-hari keduanya menghabiskan waktu untuk merawat bayi-bayi domba seperti layaknya anak mereka sendiri. Mereka begitu menyayangi domba-domba ini dan memberikan perawatan terbaik. Karenanya, domba-domba mereka sangat sehat dan bertambah banyak hingga mencapai seratus ekor.
Seorang penyihir kaya di desa itu merasa iri melihat peternak tua memiliki domba-domba sehat dan berjumlah banyak. Sebenarnya, si penyihir mampu membeli domba-domba itu dari peternak tua, tapi dia terlalu kikir untuk kehilangan kepingan-kepingan emas kesayangannya. Suatu hari, si penyihir mendapatkan ide untuk memiliki domba-domba tersebut tanpa harus kehilangan uangnya. Dia menyihir istri peternak tua dan membuatnya sakit-sakitan.
Karena butuh biaya untuk mengobati istrinya yang sakit-sakitan, peternak tua berusaha menjual domba-dombanya kepada si penyihir karena dialah penduduk yang paling kaya di desa itu. Namun, si penyihir yang kikir tidak mau membeli domba-domba itu. Dengan licik dia menawarkan untuk meminjamkan banyak uang dengan syarat domba-domba itu dititipkan kepada si penyihir sebagai jaminan. Selain itu, penyihir juga memberikan bunga hutang yang tinggi. Karena sudah tidak tahu harus mencari uang ke mana lagi, akhirnya peternak tua setuju.
Peternak tua menitipkan seratus ekor dombanya kepada si penyihir dan kembali ke rumah dengan uang emas yang cukup banyak untuk mengobati penyakit istrinya. Penyakit istrinya cukup berat sehingga membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkannya. Hal ini membuat hutang peternak tua bertambah banyak karena bunga hutang yang tinggi.
Setelah dua bulan, akhirnya istri peternak tua sembuh. Namun masalah lain justru muncul karena hutang peternak tua menjadi dua kali lipat akibat bunga hutang yang tinggi. Peternak tua tidak memiliki uang untuk membayar bunga hutangnya. Ia hanya memiliki uang untuk membayar sejumlah hutang awalnya saja. Si penyihir pun berpura-pura kasihan dan menawarkan jalan keluar yang licik.
“Kau tidak perlu membayar bunga hutangmu dan aku akan mengembalikan domba-dombamu dengan satu syarat.” kata si penyihir.
“Apa syaratnya?” tanya peternak tua.
“Domba-dombamu akan aku masukkan ke dunia khayalan. Mereka harus melompati pagar setiap kali anak-anak di Kota Mesin menghkayalkan domba sebelum tidur. Seratus dombamu akan kembali ke halamanmu ketika ada anak yang berhasil menghitung hingga seratus domba.” jelas si penyihir.
“Tapi, anak-anak kota mesin tidak pernah mau berhitung, mereka terlalu malas karena mempunyai mesin untuk berhitung.” protes peternak tua.
“Itu masalahmu, kalau tidak ada yang bisa menghitung seratus ekor domba, domba-dombamu akan menjadi milikku.” jawab si penyihir sambil menunjukkan seringai liciknya.
Peternak tua pun pulang dengan sedih dan bingung. Sampai di rumah, dia menceritakan hal ini kepada istrinya. Lalu istrinya tiba-tiba mengusulkan ide cemerlang. Mereka berdua akan pergi ke kota mesin, mendatangi setiap rumah untuk mengajarkan berhitung hingga angka seratus kepada anak-anak di kota itu. Istrinya sangat bersemangat karena selama ini dia sangat ingin menghabiskan waktu bersama anak-anak. Peternak tua pun merasakan hal yang sama dan tanpa pikir panjang dia menyetujui ide istrinya.
Esok harinya mereka berjalan kaki menuju kota mesin. Memasuki perbatasan, mereka takjub dengan keadaan di sana yang jauh berbeda dengan desanya. Di kota itu tidak ada orang yang berjalan kaki, semuanya mengendarai mesin. Toko-toko di sepanjang jalan tidak memiliki penjaga, hanya lemari kaca yang akan mengeluarkan barang yang dibeli setelah uang dimasukkan ke dalam mesin. Benar-benar kemampuan berhitung tak diperlukan lagi di kota ini, pikir peternak tua. Peternak tua dan istrinya terus berjalan hingga memasuki daerah pemukiman dan mulai mengetuk satu per satu pintu setiap rumah di sana.
Hari pertama mereka habiskan dengan mengetuk pintu dan ditertawakan karena ingin mengajarkan cara berhitung, ilmu yang menurut orang-orang kota mesin sudah tidak ada gunanya lagi. Mereka hampir putus asa saat hari mulai petang dan mereka harus pulang ke desa, namun dari belakang seorang anak keluar dari rumah dan mengejar mereka.
“Kakek, nenek, apa itu berhitung?” tanya bocah lelaki itu. “Tadi aku mendengar kakek dan nenek menawarkan kepada mama untuk mengajarkan berhitung kepadaku.”
Dengan senyum merekah, istri peternak tua menjelaskan apa itu berhitung kepada bocah itu. Dia mengeluarkan buah berry satu per satu dari keranjangnya sambil menyebutkan urutan angka-angka untuk mengajarkan cara berhitung.
Ternyata bocah kecil itu sangat cerdas dan bersemangat untuk mecoba berhitung sendiri. Setelah memperhatikan istri peternak tua menghitung buah berry hingga seratus buah, dia meminta untuk mencobanya sendiri. Istri peternak tua dengan senang hati mengijinkannya, bahkan dia memberikan buah berry sesuai dengan angka-angka yang berhasil disebutkan bocah itu. Karena daya ingat yang tinggi, bocah itu berhasil berhitung hingga angka ke seratus dan mendapatkan sekeranjang penuh buah berry. Isinya tepat seratus buah. Anak itu sangat senang.
Sebelum pulang ke desa, peternak tua meminta bocah kecil untuk membayangkan domba-domba yang melompati pagar sebelum dia tidur. Setiap dia menyebutkan angka, satu ekor domba akan melompati pagar. Peternak tua memohon bocah itu untuk menghitung hingga seratus, agar ada seratus domba yang berhasil melompati pagar sehingga domba-domba itu dapat terbebas. Bocah kecil itu dengan senang hari menyanggupi permintaan tolong peternak tua.
Sampai di rumahnya di desa, peternak tua gelisah memandangi halaman tempat domba-dombanya biasa dibiarkan merumput. Hari kian malam dan belum ada satu domba pun yang muncul kembali di halaman itu. Mereka pasti masih terkurung di dalam pagar di dunia khayalan dan bocah kecil itu lupa untuk belajar berhitung sebelum tidur, pikir peternak tua. Dengan sedih, peternak tua menutup jendela dan bersiap untuk membalik badan berjalan ke kamarnya. Namun, sayup-sayup dia mendengar suara domba mengembik.
Peternak tua membuka jendela dan menemukan satu domba muncul begitu saja di halamannya. Berikutnya, satu domba lagi. Satu domba lagi dan begitu seterusnya.
Di halaman si penyihir kaya, domba-domba satu per satu berhasil melompati pagar dan menghilang. Si penyihir yang tengah mengagumi domba-domba ini segera berlari ke bola kristalnya. Di dalam bola kristal, dia melihat bocah kecil di tempat tidurnya, membayangkan domba-domba melompati pagar sembari dia belajar berhitung. Makin lama, hitungannya mendekati angka seratus dan si penyihir tidak bisa berbuat apa-apa selain berteriak-teriak tidak rela dan dengan sedih melihat kepergian domba terakhir dari halamannya.
Karena bocah kecil yang rajin dan mau belajar berhitung itu, seratus domba milik peternak tua dan istrinya kini kembali mejadi milik mereka dan kembali meramaikan halaman rumah kedua orang tua itu.
***
Dongeng ini adalah karya asli Damar Wijayanti yang bisa digunakan atau disebarkan dengan mencantumkan nama penulis dan link blog ini. Terima kasih karena telah menghargai karya dan hak cipta penulis.
Tuesday, May 1, 2012
Wednesday, April 25, 2012
Maria si Putri Malu
Tahukah kamu asal-usul Putri Malu?
Dahulu, di sebuah taman terdapat kerajaan bunga yang indah. Di kerajaan itu hidup berbagai macam bunga yang saling bertetangga dan hidup dengan damai sampai Ratu Mawar melahirkan sekuntum putri yang diberi nama Maria. Maria adalah mawar yang sangat cantik. Mahkotanya berupa kelopak bunga berwarna merah menyala dan lebat. Baunya sangat harum dan rantingnya tinggi dengan duri-duri yang kuat.
Hari demi hari Maria beranjak remaja. Kecantikannya semakin bertambah, namun sayang hal itu berkebalikan dengan sifatnya. Maria sangat sombong karena kecantikannya. Dia juga terkenal nakal dan sering melakukan hal-hal buruk kepada tetangga-tetangganya. Maria benci kepada bunga yang lebih cantik dari dia. Tapi, dia juga tak kalah benci kepada makhluk-bakhluk yang menurutnya jelek.
Maria sangat tidak menyukai kumbang yang datang kepada bunga-bunga untuk menukarkan serbuk peri dengan makanan yang disimpan para bunga. Menurut Maria, kumbang-kumbang tersebut bising dan menyebarkan bau menyengat, membuat kewangian Maria berkurang. Dulu Maria sering membentak-bentak para kumbang agar tidak mendekat, namun karena masih saja ada kumbang yang berani mendekat, Maria akhirnya memutuskan untuk memukul kumbang-kumbang dengan rantingnya yang berduri hingga mereka terpelanting dan terluka.
Selain benci kepada kumbang, kebencian terbesar Maria ditujukan kepada Lily, tetangganya yang dianggap cantik dan baik hati oleh seluruh warga kerajaan. Karena rasa iri hati, Maria sering mengolok-olok Lily yang mahkotanya hanya terdiri dari beberapa helai dan berwarna putih pucat. Lily yang terkenal pendiam dan tak pernah disakiti makhluk lain itu akhirnya menjadi sangat sedih dan terpukul. Apalagi Maria selalu mengolok-oloknya setiap sore. Akhirnya Lily selalu tertunduk layu di malam hari, menangis dengan sedih.
Kejahatan Maria tidak berhenti hanya di situ. Dengan nakalnya, dia sering mengerjai Bibi Kantong Semar yang latah. Setiap kali ada yang mendekati mahkotanya, Bibi Kantong Semar kaget dan menutup mahkotanya dengan segera. Maria sering melemparkan biji-bijian ke arah mahkota Bibi Kantong Semar, membuatnya kaget dan segera menutup mahkotanya. Padahal, setiap kali mahkotanya tertutup, kepala Bibi Kantong Semar mengeluarkan lem yang kuat, sehingga dia akan kesulitan membuka mahkotanya lagi.
Suatu hari, seekor peri yang sudah geram melihat kelakuan Maria selama ini akhirnya memutuskan untuk memberikan hukuman. Sang Peri menyamar sebagai kumbang dan mendekati Maria yang sedang tertidur. Setelah cukup dekat, Sang Peri menebarkan serbuk hukuman ke arah Maria. Seketika Maria merasakan angin kencang yang mengombang-ambing seluruh badanya. Kekuatan angin itu merontokkan helai-helai mahkota Maria yang lebat dan indah, membuatnya menjadi botak karena yang tersisa hanya helaian rambut tipis dan pendek berwarna ungu.
Maria menjerit memegang kepalanya, namun ternyata kekuatan serbuk hukuman tidak berakhir di situ. Tubuh Maria semakin memendek dan terus memendek sampai akhirnya dia menjalar di tanah. Duri-durinya dan daunnya mengecil memenuhi seluruh rantingnya yang mengecil. Maria mulai menjerit-jerit, tidak bisa menerima keadaannya sekarang.
Melihat penampilan baru Maria, kumbang-kumbang bersorak sorai dan datang untuk membalas kejahatan yang Maria lakukan terhadap mereka selama ini. Mereka mendekati Maria, namun Maria yang sangat malu dengan penampilannya selalu mengatupkan daun-daunnya saat kumbang-kumbang mendekat dan tak sengaja menyentuhnya. Melihat hal ini, para kumbang makin girang dan bergiliran menyentuh Maria.
Bibi Kantong Semar dari kejauhan berteriak melarang kumbang-kumbang untuk menjahili Maria. Kumbang-kumbang menjawab larangan Bibi Kantong Semar.
"Tapi Bibi, kami membalas kejahatan Maria kepada kita selama ini."
"Tak perlu kita membalasnya, dia sudah mendapatkan hukumannya sendiri. Jangalah kalian menjadi pendendam." Kata Bibi Kantong Semar dengan bijak.
Mendengar nasehat Bibi Kantong Semar, kumbang-kumbang pun meninggalkan Maria dan tidak mengganggunya lagi. Namun, Maria yang malu dengan keadaannya, tetap saja menutup diri setiap kali ada yang mendekat. Sejak saat itu Maria mendapat julukan Putri Malu.
***
Dongeng ini adalah karya asli Damar Wijayanti yang bisa digunakan atau disebarkan dengan mencantumkan nama penulis dan link blog ini. Terima kasih karena telah menghargai karya dan hak cipta penulis.
Dahulu, di sebuah taman terdapat kerajaan bunga yang indah. Di kerajaan itu hidup berbagai macam bunga yang saling bertetangga dan hidup dengan damai sampai Ratu Mawar melahirkan sekuntum putri yang diberi nama Maria. Maria adalah mawar yang sangat cantik. Mahkotanya berupa kelopak bunga berwarna merah menyala dan lebat. Baunya sangat harum dan rantingnya tinggi dengan duri-duri yang kuat.
Hari demi hari Maria beranjak remaja. Kecantikannya semakin bertambah, namun sayang hal itu berkebalikan dengan sifatnya. Maria sangat sombong karena kecantikannya. Dia juga terkenal nakal dan sering melakukan hal-hal buruk kepada tetangga-tetangganya. Maria benci kepada bunga yang lebih cantik dari dia. Tapi, dia juga tak kalah benci kepada makhluk-bakhluk yang menurutnya jelek.
Maria sangat tidak menyukai kumbang yang datang kepada bunga-bunga untuk menukarkan serbuk peri dengan makanan yang disimpan para bunga. Menurut Maria, kumbang-kumbang tersebut bising dan menyebarkan bau menyengat, membuat kewangian Maria berkurang. Dulu Maria sering membentak-bentak para kumbang agar tidak mendekat, namun karena masih saja ada kumbang yang berani mendekat, Maria akhirnya memutuskan untuk memukul kumbang-kumbang dengan rantingnya yang berduri hingga mereka terpelanting dan terluka.
Selain benci kepada kumbang, kebencian terbesar Maria ditujukan kepada Lily, tetangganya yang dianggap cantik dan baik hati oleh seluruh warga kerajaan. Karena rasa iri hati, Maria sering mengolok-olok Lily yang mahkotanya hanya terdiri dari beberapa helai dan berwarna putih pucat. Lily yang terkenal pendiam dan tak pernah disakiti makhluk lain itu akhirnya menjadi sangat sedih dan terpukul. Apalagi Maria selalu mengolok-oloknya setiap sore. Akhirnya Lily selalu tertunduk layu di malam hari, menangis dengan sedih.
Kejahatan Maria tidak berhenti hanya di situ. Dengan nakalnya, dia sering mengerjai Bibi Kantong Semar yang latah. Setiap kali ada yang mendekati mahkotanya, Bibi Kantong Semar kaget dan menutup mahkotanya dengan segera. Maria sering melemparkan biji-bijian ke arah mahkota Bibi Kantong Semar, membuatnya kaget dan segera menutup mahkotanya. Padahal, setiap kali mahkotanya tertutup, kepala Bibi Kantong Semar mengeluarkan lem yang kuat, sehingga dia akan kesulitan membuka mahkotanya lagi.
Suatu hari, seekor peri yang sudah geram melihat kelakuan Maria selama ini akhirnya memutuskan untuk memberikan hukuman. Sang Peri menyamar sebagai kumbang dan mendekati Maria yang sedang tertidur. Setelah cukup dekat, Sang Peri menebarkan serbuk hukuman ke arah Maria. Seketika Maria merasakan angin kencang yang mengombang-ambing seluruh badanya. Kekuatan angin itu merontokkan helai-helai mahkota Maria yang lebat dan indah, membuatnya menjadi botak karena yang tersisa hanya helaian rambut tipis dan pendek berwarna ungu.
Maria menjerit memegang kepalanya, namun ternyata kekuatan serbuk hukuman tidak berakhir di situ. Tubuh Maria semakin memendek dan terus memendek sampai akhirnya dia menjalar di tanah. Duri-durinya dan daunnya mengecil memenuhi seluruh rantingnya yang mengecil. Maria mulai menjerit-jerit, tidak bisa menerima keadaannya sekarang.
Melihat penampilan baru Maria, kumbang-kumbang bersorak sorai dan datang untuk membalas kejahatan yang Maria lakukan terhadap mereka selama ini. Mereka mendekati Maria, namun Maria yang sangat malu dengan penampilannya selalu mengatupkan daun-daunnya saat kumbang-kumbang mendekat dan tak sengaja menyentuhnya. Melihat hal ini, para kumbang makin girang dan bergiliran menyentuh Maria.
Bibi Kantong Semar dari kejauhan berteriak melarang kumbang-kumbang untuk menjahili Maria. Kumbang-kumbang menjawab larangan Bibi Kantong Semar.
"Tapi Bibi, kami membalas kejahatan Maria kepada kita selama ini."
"Tak perlu kita membalasnya, dia sudah mendapatkan hukumannya sendiri. Jangalah kalian menjadi pendendam." Kata Bibi Kantong Semar dengan bijak.
Mendengar nasehat Bibi Kantong Semar, kumbang-kumbang pun meninggalkan Maria dan tidak mengganggunya lagi. Namun, Maria yang malu dengan keadaannya, tetap saja menutup diri setiap kali ada yang mendekat. Sejak saat itu Maria mendapat julukan Putri Malu.
***
Dongeng ini adalah karya asli Damar Wijayanti yang bisa digunakan atau disebarkan dengan mencantumkan nama penulis dan link blog ini. Terima kasih karena telah menghargai karya dan hak cipta penulis.
Tuesday, April 24, 2012
It's Her Day!
This is my little sister's birthday and i have a lot of spare time this morning to take these funny pictures for her. Happy Sweet seventeen sist, enjoy your life, enjoy these pics! I love you :*
Monday, April 23, 2012
Ngerumpi Days Out
Sudah dari beberapa kencan sebelumnya, saya dan pacar sekali-sekali ingin kencan bermutu. Jadi pacarannya nggak cuma makan bareng, nonton, jalan-jalan window shopping, nongkrong bareng temen-temen, dan karaoke. Sudah lumayan bosan tiap malam minggu melakukan kegiatan yang sama. Kami sempat berencana untuk mengunjungi museum nasional tapi nampaknya itu hanya mitos belaka, jadi ujung-ujungnya ya begitu-begitu lagi.
Sabtu kemarin, kami berencana jalan-jalan di FX untuk melihat-lihat sepatu, yang berarti kencan kami diisi dengan salah satu kegiatan biasa yang tersebut di atas: jalan-jalan di mall - window shopping. Tapi ternyata, keinginan kami untuk kencan bermutu secara tidak sengaja menjadi terlaksana, karena ternyata di FX sedang ada acara Ngerumpi Days Out. Acara ini mengundang berbagai komunitas online untuk membuka booth dan memberikan informasi kepada pengunjung tentang komunitas mereka. Tak hanya itu, talk show pun banyak digelar di acara ini.
Saya dan pacar pun masuk ke area booths dan mendatangi booths satu per satu. Bertanya-tanya dan mengumpulkan brosur, tak lupa meninggalkan kartu nama untuk komunitas-komunitas yang menarik minat kami.
Dari berbagai komunitas, ada beberapa yang sangat menarik perhatian kami berdua. Kebetulan kami sama-sama menyukai kegiatan sosial yang bisa berguna bagi sesama, terutama anak-anak, jadi begitu melihat booth Coin a Chance pacar saya langsung mengajak saya ke sana. Serunya, mereka bagi-bagiin celengan secara gratis untuk orang-orang yang mau bantuin ngumpulin koin untuk anak-anak sekolah yang butuh bantuan finansial.
Saya kebetulan pernah diajak teman dari Coin a Chance Jogja untuk mewawancara salah satu kandidat adik asuh dan orang tuanya, jadi begitu ada kesempatan untuk membantu lagi dengan cara ini, saya pun dengan semangat mendaftarkan diri untuk mendapatkan celengan ini, dan membawanya ke kantor. Pagi ini saya taruh celengan Coin a Chance dan brosurnya di meja kosong dekat pintu masuk agar orang-orang yang lewat bisa melihatnya, dan seneng banget waktu saya cek sebelum makan siang, isinya sudah hampir setengah! Tertarik dengan gerakan ini? Follow deh @coinachance!
Selain Coin a Chance ada juga gerakan Save Street Child yang ngajakin kita untuk memberikan donasi uang maupun waktu untuk mengajar anak-anak jalanan. Kamu bisa follow gerakan ini di @SaveStreetChild. Kemarin ada juga gerakan nyumbangin buku untuk anak-anak panti asuhan, tapi ternyata saya kelupaan ga ngambil brosurnya saking banyaknya brosur yang sudah saya pegang.
Okay, cukup dengan komunitas-komunitas gerakan sosial, ada satu lagi komunitas seru-seruan yang menarik perhatian saya. Namanya The Looxperiments. Komunitas ini memberikan tips-tips berdandan, ngadain kelas make up and hair do, terus setiap dua minggu sekali mereka ngadain make up challenges dengan tema-tema tertentu, lucu deh. Oiya, katanya mereka juga punya market tempat kita bisa jual barang-barang kita yang masih bagus tapi udah ga dipakai lagi, yaa semacam garage sale bersama gitu. Seru ya? Follow mereka deh di @looxperiments.
Overall, selain komunitasnya yang seru-seru, acara kencan kami jadi seru juga :D Semoga rencana kencan di museum bisa kejadian deh jadi bisa ngerasain kencan seru lagi, hehehehe.. See you on another post and have a good day :*
Sabtu kemarin, kami berencana jalan-jalan di FX untuk melihat-lihat sepatu, yang berarti kencan kami diisi dengan salah satu kegiatan biasa yang tersebut di atas: jalan-jalan di mall - window shopping. Tapi ternyata, keinginan kami untuk kencan bermutu secara tidak sengaja menjadi terlaksana, karena ternyata di FX sedang ada acara Ngerumpi Days Out. Acara ini mengundang berbagai komunitas online untuk membuka booth dan memberikan informasi kepada pengunjung tentang komunitas mereka. Tak hanya itu, talk show pun banyak digelar di acara ini.
Saya dan pacar pun masuk ke area booths dan mendatangi booths satu per satu. Bertanya-tanya dan mengumpulkan brosur, tak lupa meninggalkan kartu nama untuk komunitas-komunitas yang menarik minat kami.
Dari berbagai komunitas, ada beberapa yang sangat menarik perhatian kami berdua. Kebetulan kami sama-sama menyukai kegiatan sosial yang bisa berguna bagi sesama, terutama anak-anak, jadi begitu melihat booth Coin a Chance pacar saya langsung mengajak saya ke sana. Serunya, mereka bagi-bagiin celengan secara gratis untuk orang-orang yang mau bantuin ngumpulin koin untuk anak-anak sekolah yang butuh bantuan finansial.
Saya kebetulan pernah diajak teman dari Coin a Chance Jogja untuk mewawancara salah satu kandidat adik asuh dan orang tuanya, jadi begitu ada kesempatan untuk membantu lagi dengan cara ini, saya pun dengan semangat mendaftarkan diri untuk mendapatkan celengan ini, dan membawanya ke kantor. Pagi ini saya taruh celengan Coin a Chance dan brosurnya di meja kosong dekat pintu masuk agar orang-orang yang lewat bisa melihatnya, dan seneng banget waktu saya cek sebelum makan siang, isinya sudah hampir setengah! Tertarik dengan gerakan ini? Follow deh @coinachance!
Selain Coin a Chance ada juga gerakan Save Street Child yang ngajakin kita untuk memberikan donasi uang maupun waktu untuk mengajar anak-anak jalanan. Kamu bisa follow gerakan ini di @SaveStreetChild. Kemarin ada juga gerakan nyumbangin buku untuk anak-anak panti asuhan, tapi ternyata saya kelupaan ga ngambil brosurnya saking banyaknya brosur yang sudah saya pegang.
Okay, cukup dengan komunitas-komunitas gerakan sosial, ada satu lagi komunitas seru-seruan yang menarik perhatian saya. Namanya The Looxperiments. Komunitas ini memberikan tips-tips berdandan, ngadain kelas make up and hair do, terus setiap dua minggu sekali mereka ngadain make up challenges dengan tema-tema tertentu, lucu deh. Oiya, katanya mereka juga punya market tempat kita bisa jual barang-barang kita yang masih bagus tapi udah ga dipakai lagi, yaa semacam garage sale bersama gitu. Seru ya? Follow mereka deh di @looxperiments.
Overall, selain komunitasnya yang seru-seru, acara kencan kami jadi seru juga :D Semoga rencana kencan di museum bisa kejadian deh jadi bisa ngerasain kencan seru lagi, hehehehe.. See you on another post and have a good day :*
Tuesday, March 27, 2012
Moment of Weakness
Agency: Leo Burnett India
Brand / Service: Welfare Of Homeless Kids
Client: Saathi
Creative Director: Nitesh Tiwari
Copywriter: Piyush Gupta / Shreyas Jain
Producer: Lingo India
Category: Radio
(Kid in pain)
Kid pretends as father: Is it hurting a lot?
Kid as son: Hmm...
Kid pretends as father: Good, you deserve it. Why did you steal?
Kid as son: I was hungry.
Kid pretends as father: I bet all the beating has filled up your stomach nicely. Tell me... if you were really that hungry, why didn't you ask someone?
Kid as son: Because I know no one wouldn't helped.
Kid pretends as father: Shut up! First you screw up and then you give me these lame excuses. Is this what I taught you, tell me why did you steal from Gafoor's shop?
Kid as son: What did I know that Gafoor will catch me.
Kid pretends as father: You put your hand in a snake's hole and then expect the snake to kiss you on your cheek. Now if you really wanted to steal, why didn't you pick that blind man instead, who would have caught you there?
Kid as son: I never thought about it.
(Pause)
Kid pretends as father: Forget it... Go and quickly get the medicine from Phatka or else you'll have an infection.
Kid as son: Hmm..
Kid pretends as father: And listen.. next time be a little cautious.
Kid as son: Okay.
FVO: Millions of street kids are parents to themselves. To help them call Saathi on 230009117
Brand / Service: Welfare Of Homeless Kids
Client: Saathi
Creative Director: Nitesh Tiwari
Copywriter: Piyush Gupta / Shreyas Jain
Producer: Lingo India
Category: Radio
(Kid in pain)
Kid pretends as father: Is it hurting a lot?
Kid as son: Hmm...
Kid pretends as father: Good, you deserve it. Why did you steal?
Kid as son: I was hungry.
Kid pretends as father: I bet all the beating has filled up your stomach nicely. Tell me... if you were really that hungry, why didn't you ask someone?
Kid as son: Because I know no one wouldn't helped.
Kid pretends as father: Shut up! First you screw up and then you give me these lame excuses. Is this what I taught you, tell me why did you steal from Gafoor's shop?
Kid as son: What did I know that Gafoor will catch me.
Kid pretends as father: You put your hand in a snake's hole and then expect the snake to kiss you on your cheek. Now if you really wanted to steal, why didn't you pick that blind man instead, who would have caught you there?
Kid as son: I never thought about it.
(Pause)
Kid pretends as father: Forget it... Go and quickly get the medicine from Phatka or else you'll have an infection.
Kid as son: Hmm..
Kid pretends as father: And listen.. next time be a little cautious.
Kid as son: Okay.
FVO: Millions of street kids are parents to themselves. To help them call Saathi on 230009117
Tuesday, February 28, 2012
Istilah dalam Periklanan Eps. Iklan Bergerak
Halooo... baru sempet nongol lagi nih gara-gara kemaren-kemaren kehidupan saya sempet tersita oleh produksi TVC: 3x PPM dalam seminggu, shooting selama 2 x 17 jam (hampir) non-stop, lalu dilanjut lagi dengan post production (offline meeting, VO recording, online meeting)... Biarpun harusnya berasa capek banget, tapi rasa senang mengalahkan segalanya. Ini kali kedua saya belajar langsung dari praktek produksi TVC, makanya rasa penasaran yang besar bisa mengusir jauh-jauh rasa capek yang seharusnya nempel di badan selama berhari-hari. Di kesempatan pertama ikutan produksi TVC, istilah-istilah di atas begitu asing bagi saya, bahkan sempat terbolak-balik antara offline editing dan online editing, tapi di kesempatan kedua ini, saya jauuuuh lebih mengerti. Belajar dari praktik langsung memang metode yang paling cocok buat saya, tapi buat teman-teman yang mungkin belum mendapat kesempatan belajar dari praktiknya langsung, ini (sesuai dengan janji saya di postingan sebelumnya) saya bagi-bagi gratis beberapa istilah dalam produksi TVC dan pengertiannya :) Saya baik banget kaan? :p
1. TVC: Television Commercial / Iklan TV
2. RT: Running Text, yaitu tulisan berjalan di bagian bawah layar televisi, bisa di dalam iklan, bisa juga lepasan di dalam program acara
3. SI: Super Impose, yaitu gambar / image yang berada di pojok atas (kanan atau kiri) televisi, biasanya bersifat lepasan (terpisah dari iklan) namun dimasukkan dalam program acara
4. Supers: text pada TVC, misalnya text tagline
5. Storyline: jalan cerita rencana iklan TV dalam bentuk tulisan
6. Storyboard: jalan cerita rencana iklan TV dalam bentuk gambar bersambung / komik
7. Shooting Board: storyboard dari agency yang telah dikembangkan, disesuaikan dengan treatment dari sutradara. Biasanya lebih sering disebut sebagai Director Board
8. Treatment: perlakuan yang direncanakan oleh sutradara atas storyboard yang dibuat oleh agency, yaitu bagaimana penerapan cerita dari storyboard ketika dituangkan ke dalam bahasa film dan harus dapat memperkaya (crafting) cerita asal
9. PH: Production House, yaitu pihak ketiga / supplier yang menangani pembuatan iklan
10. PPM: Pre Production Meeting, rapat persiapan produksi iklan. Biasanya dilakukan 2 hingga 3 kali sebelum shooting
11. Recce: Pencarian lokasi untuk shooting, biasa dilakukan oleh tim PH bersama Film Director atau Art Director dan hasilnya akan dipresentasikan kepada pihak agency dan client saat PPM
12. Workshop: masa latihan untuk persiapan shooting (bagi talent)
13. Wardrobe: baju, kostum yang akan dikenakan saat shooting, termasuk di dalamnya aksesoris, alas kaki, dll.
14. Fitting: pelaksanaan pengepasan wardrobe yang akan digunakan saat shooting
15. Film Director: sutradara
16. DOP: Director Of Photography, kameramen utama yang juta bertanggung jawab atas pengaturan cahaya
17. Digitizing: Transfer format film ke digital agar dapat diproses dalam mesin offline dan online
18. Grading: Perlakuan perbaikan warna film setelah ditransfer ke dalam materi digital
19. VO: Voice Over (pengisi suara dalam iklan)
20. Offline: tahapan post production sebuah iklan TV. Pada tahap ini dilakukan pemilihan shot untuk membentuk sebuah struktur editing (jalan cerita) iklan tersebut. Iklan diedit tanpa music sebenarnya atau hanya dengan music reference yang telah di-present saat PPM. Musik dan VO hanya berfungsi sebagai guide saja. Pengertian gampangnya sih offline ini cuma potong-potong dan nyambungin gambar-gambar secara kasar biar sesuai dengan urutan ceritanya. Musik dan suara belum melalui proses editing pada tahap ini.
21. Online: hasil offline yang dibuatkan effect agar tampil lebih sempurna, misalnya saat perpindahan frame/scene, atau untuk memperhalus tampilan gambar dan lain-lain. Animasi dan musik/VO juga di-compose (ditempel) pada saat online editing.
22. Recording: perekaman suara, misalnya untuk VO.
23. Music Scoring, Sound Design: background musik yang dibuat khusus untuk iklan TVC dengan menyesuaikan secara detil dengan gambar yang dibuat
24. Jingle: background musik yang berbentuk lagu (bukan sekedar music scorring)
25. Jinglet: ending dari jingle, biasanya dibuat dengan tune yang ear-cathing agar mudah diingat dan biasanya akan selalu dibawa di semua iklan brand tersebut. Biasanya lebih sering disebut sebagai end-tune
26. Mixing: sesi penggabungan dan pengaturan music background, VO, dan sfx (sound effect). Di sini diatur juga volume suara masing-masing bagian
27. Restripe: sesi penggabungan antara video dengan audio
28. Mastering: tahap akhir proses produksi, yaitu pengolahan hasil produksi TVC agar menjadi materi master (utama). Disimpan dalam bentuk Betacam digital (warna biru)
29. Release Dub: pendulpikasian materi TVC menjadi beberapa materi copy
30. Dubs:kaset-kaset betacam (warna abu-abu) yang merupakan hasil duplikasi TVC
31. Striping: acara/program TV yang ditayangkan setiap hari secara rutin pada waktu yang sama. contoh: sinetron, extravaganza, opera van java, dll.
Nah, itu dia 31 istilah yang berkaitan dengan TVC. Tungguin episode berikutnya tentang iklan radio yaa (semoga sempet hehehe).. semoga bermanfaat, kalau ada yang mau share istilah lain atau mau nanya tentang istilah periklanan lain, silakan comment yaa.. pasti saya tanyain sama yang lebih ngerti hehehe.. see you folks!
1. TVC: Television Commercial / Iklan TV
2. RT: Running Text, yaitu tulisan berjalan di bagian bawah layar televisi, bisa di dalam iklan, bisa juga lepasan di dalam program acara
3. SI: Super Impose, yaitu gambar / image yang berada di pojok atas (kanan atau kiri) televisi, biasanya bersifat lepasan (terpisah dari iklan) namun dimasukkan dalam program acara
4. Supers: text pada TVC, misalnya text tagline
5. Storyline: jalan cerita rencana iklan TV dalam bentuk tulisan
6. Storyboard: jalan cerita rencana iklan TV dalam bentuk gambar bersambung / komik
7. Shooting Board: storyboard dari agency yang telah dikembangkan, disesuaikan dengan treatment dari sutradara. Biasanya lebih sering disebut sebagai Director Board
8. Treatment: perlakuan yang direncanakan oleh sutradara atas storyboard yang dibuat oleh agency, yaitu bagaimana penerapan cerita dari storyboard ketika dituangkan ke dalam bahasa film dan harus dapat memperkaya (crafting) cerita asal
9. PH: Production House, yaitu pihak ketiga / supplier yang menangani pembuatan iklan
10. PPM: Pre Production Meeting, rapat persiapan produksi iklan. Biasanya dilakukan 2 hingga 3 kali sebelum shooting
11. Recce: Pencarian lokasi untuk shooting, biasa dilakukan oleh tim PH bersama Film Director atau Art Director dan hasilnya akan dipresentasikan kepada pihak agency dan client saat PPM
12. Workshop: masa latihan untuk persiapan shooting (bagi talent)
13. Wardrobe: baju, kostum yang akan dikenakan saat shooting, termasuk di dalamnya aksesoris, alas kaki, dll.
14. Fitting: pelaksanaan pengepasan wardrobe yang akan digunakan saat shooting
15. Film Director: sutradara
16. DOP: Director Of Photography, kameramen utama yang juta bertanggung jawab atas pengaturan cahaya
17. Digitizing: Transfer format film ke digital agar dapat diproses dalam mesin offline dan online
18. Grading: Perlakuan perbaikan warna film setelah ditransfer ke dalam materi digital
19. VO: Voice Over (pengisi suara dalam iklan)
20. Offline: tahapan post production sebuah iklan TV. Pada tahap ini dilakukan pemilihan shot untuk membentuk sebuah struktur editing (jalan cerita) iklan tersebut. Iklan diedit tanpa music sebenarnya atau hanya dengan music reference yang telah di-present saat PPM. Musik dan VO hanya berfungsi sebagai guide saja. Pengertian gampangnya sih offline ini cuma potong-potong dan nyambungin gambar-gambar secara kasar biar sesuai dengan urutan ceritanya. Musik dan suara belum melalui proses editing pada tahap ini.
21. Online: hasil offline yang dibuatkan effect agar tampil lebih sempurna, misalnya saat perpindahan frame/scene, atau untuk memperhalus tampilan gambar dan lain-lain. Animasi dan musik/VO juga di-compose (ditempel) pada saat online editing.
22. Recording: perekaman suara, misalnya untuk VO.
23. Music Scoring, Sound Design: background musik yang dibuat khusus untuk iklan TVC dengan menyesuaikan secara detil dengan gambar yang dibuat
24. Jingle: background musik yang berbentuk lagu (bukan sekedar music scorring)
25. Jinglet: ending dari jingle, biasanya dibuat dengan tune yang ear-cathing agar mudah diingat dan biasanya akan selalu dibawa di semua iklan brand tersebut. Biasanya lebih sering disebut sebagai end-tune
26. Mixing: sesi penggabungan dan pengaturan music background, VO, dan sfx (sound effect). Di sini diatur juga volume suara masing-masing bagian
27. Restripe: sesi penggabungan antara video dengan audio
28. Mastering: tahap akhir proses produksi, yaitu pengolahan hasil produksi TVC agar menjadi materi master (utama). Disimpan dalam bentuk Betacam digital (warna biru)
29. Release Dub: pendulpikasian materi TVC menjadi beberapa materi copy
30. Dubs:kaset-kaset betacam (warna abu-abu) yang merupakan hasil duplikasi TVC
31. Striping: acara/program TV yang ditayangkan setiap hari secara rutin pada waktu yang sama. contoh: sinetron, extravaganza, opera van java, dll.
Nah, itu dia 31 istilah yang berkaitan dengan TVC. Tungguin episode berikutnya tentang iklan radio yaa (semoga sempet hehehe).. semoga bermanfaat, kalau ada yang mau share istilah lain atau mau nanya tentang istilah periklanan lain, silakan comment yaa.. pasti saya tanyain sama yang lebih ngerti hehehe.. see you folks!
Monday, February 13, 2012
Istilah dalam Periklanan Eps. Print
Kemaren saya sempet beresin kamar dan menemukan print out istilah-istilah di dunia periklanan yang diberikan Supervisor saya ketika magang di Euro RSCG tahun lalu. Karena kebetulan saya sedang merasa sudah lama tidak menulis hal yang berguna, jadi ga ada salahnya saya menyalin daftar istilah itu untuk dibagi di sini. Print out tersebut dibagi menjadi empat macam: istilah yang berhubungan dengan iklan cetak, iklan bergerak (TV), iklan suara (radio), dan periklanan umum. Nah, Episode pertama kali ini, saya akan berbagi istilah periklanan cetak (print), semoga bermanfaat :)
1. PA: Print Ad (Iklan cetak).
2. LO: Lay Out, yaitu desain awal berbentuk gambar (masih merupakan gambar sementara, bukan menggunakan materi hasil pemotretan, dan masih low-res).
3. FA: Final Artwork, yaitu desain yang sudah menggunakan gambar sebenarnya (dari hasil pemotretan) dan sudah hi-res.
4. Hi-res: High Resolution (resolusi tinggi), kualitas ketajaman gambar sangat baik, biasanya dipakai untuk FA, hasil gampar tajam dan membutuhkan memori besar.
5. Low-res: Low Resolution (resolusi rendah), kualitas ketajaman gambar yang jelek, biasanya dipakai untuk LO, hasil gambar tidak tajam, hanya membutuhkan memori kecil sehingga pengerjaan lebih cepat.
6. FPFC: Full Page Full Colour, iklan cetak berukuran satu halaman full colour.
7. HPFC: Half Page Full Colour, iklan cetak berukuran setengah halaman full colour.
8. FC: Full Colour
9. BW: Black and White
10. Colsep: Colour separation, yaitu hasil cetakan FA di atas lembaran film, biasanya untuk dicek warnanya sebelum turun cetak.
11. Pantone Colour: cat atau tinta warna spesial untuk cetakan.
12. NPP: Newspaper.
13. MAGZ, MAG: Magazine
14. POS, POP: Point of Sale, Point of Purchase, yaitu material promosi yang dipasang di toko, outlet, pasar, dsb.
15. Shelftalker: POS yang dipasang di pinggiran rak produk di supermarket.
16. Wobbler: POS yang dipasang di rak supermarket, bentuknya seperti mainan yang digantungkan dan bergoyang-goyang (wobbling). Ukurannya biasanya kecil dan disambung ke rak dengan plastik / mika agar flexible dan bergoyang.
17. Sunblind: POS yang dipasang di depan warung atau toko untuk menghalangi panas matahari masuk ke dalam warung atau toko tersebut.
18. Hanging Mobile: POS yang dipasang di langit-langit toko atau supermarket, biasanya digantungkan dan bentuknya attractive.
19. Flagchain: POS yang dipasang di atap depan toko atau warung, berjajar-jajar seperti rantai.
20. Standing banner, X-banner, Roll Banner: semacam spanduk (tapi lebih pendek) dengan posisi vertikal. Disebut X-banner jika rangkanya berbentuk X dan disebut Roll banner jika strukturnya digulung (roll).
21. Shopsign: papan iklan produk seperti billboard kecil tapi dengan nama toko dan biasanya dipasang di depan toko tersebut.
22. Outdoors / OOH (Out of Home): material promosi yang dipasang di area outdoors, misalnya di JPO (Jembatan penyeberangan orang) dan Billboard
Nah, itu dia beberapa istilah terkain iklan cetak. Episode berikutnya kita saya akan berbagi catatan tentang iklan bergerak (TV). Thank you for reading this post, semoga bisa berguna :)
1. PA: Print Ad (Iklan cetak).
2. LO: Lay Out, yaitu desain awal berbentuk gambar (masih merupakan gambar sementara, bukan menggunakan materi hasil pemotretan, dan masih low-res).
3. FA: Final Artwork, yaitu desain yang sudah menggunakan gambar sebenarnya (dari hasil pemotretan) dan sudah hi-res.
4. Hi-res: High Resolution (resolusi tinggi), kualitas ketajaman gambar sangat baik, biasanya dipakai untuk FA, hasil gampar tajam dan membutuhkan memori besar.
5. Low-res: Low Resolution (resolusi rendah), kualitas ketajaman gambar yang jelek, biasanya dipakai untuk LO, hasil gambar tidak tajam, hanya membutuhkan memori kecil sehingga pengerjaan lebih cepat.
6. FPFC: Full Page Full Colour, iklan cetak berukuran satu halaman full colour.
7. HPFC: Half Page Full Colour, iklan cetak berukuran setengah halaman full colour.
8. FC: Full Colour
9. BW: Black and White
10. Colsep: Colour separation, yaitu hasil cetakan FA di atas lembaran film, biasanya untuk dicek warnanya sebelum turun cetak.
11. Pantone Colour: cat atau tinta warna spesial untuk cetakan.
12. NPP: Newspaper.
13. MAGZ, MAG: Magazine
14. POS, POP: Point of Sale, Point of Purchase, yaitu material promosi yang dipasang di toko, outlet, pasar, dsb.
15. Shelftalker: POS yang dipasang di pinggiran rak produk di supermarket.
16. Wobbler: POS yang dipasang di rak supermarket, bentuknya seperti mainan yang digantungkan dan bergoyang-goyang (wobbling). Ukurannya biasanya kecil dan disambung ke rak dengan plastik / mika agar flexible dan bergoyang.
17. Sunblind: POS yang dipasang di depan warung atau toko untuk menghalangi panas matahari masuk ke dalam warung atau toko tersebut.
18. Hanging Mobile: POS yang dipasang di langit-langit toko atau supermarket, biasanya digantungkan dan bentuknya attractive.
19. Flagchain: POS yang dipasang di atap depan toko atau warung, berjajar-jajar seperti rantai.
20. Standing banner, X-banner, Roll Banner: semacam spanduk (tapi lebih pendek) dengan posisi vertikal. Disebut X-banner jika rangkanya berbentuk X dan disebut Roll banner jika strukturnya digulung (roll).
21. Shopsign: papan iklan produk seperti billboard kecil tapi dengan nama toko dan biasanya dipasang di depan toko tersebut.
22. Outdoors / OOH (Out of Home): material promosi yang dipasang di area outdoors, misalnya di JPO (Jembatan penyeberangan orang) dan Billboard
Nah, itu dia beberapa istilah terkain iklan cetak. Episode berikutnya kita saya akan berbagi catatan tentang iklan bergerak (TV). Thank you for reading this post, semoga bisa berguna :)
Subscribe to:
Posts (Atom)






